Ada dua alasan kenapa saya membenci sekaligus memfavoritkan group ini. Sifat arogan yang ditunjukkan oleh pentolan group ini dalam kasus-kasus yang menimpa group ini, maupun urusan pribadi sang komandan, sering kali menimbulkan sikap “reluctant” saya terhadap group ini. Namun di sisi lain, lagu-lagu yang dibawakan group ini mau nggak mau telah membuat group ini sebagai salah satu group terfavorit saya. Ada terlalu banyak untuk disebutkan lagu-lagu yang dibawakan group ini telah menjadi kenangan manis dalam perjalanan hidupku.
Dari beberapa album yang telah dirilis, setidaknya ada dua album yang telah menjadi kenangan manis. Album Cintailah Cinta sempat menjadi teman setia saya dalam kesendirian sekitar awal tahun 2002 sampai akhir tahun 2002, tahun pertama menjalani hidup sendirian di Melbourne. Album ini menurut saya merupakan album terindah dalam sejarah Dewa 19. Bagaimana tidak, hampir semua lagu yang ada dalam album tersebut sangat sempurna. Kombinasi yang apik antara lirik dan lagu (nada), sesuai dengan tema albumnya. Saat inipun, album tersebut kembali menjadi teman setia dalam menjalani aktivitas saya sehari-hari. Sejarah kembali terulang…….
Album Terbaik-Terbaik adalah album favorit saya kedua. Lagu-lagu dalam album ini selalu membangkitkan kenangan lama bersama teman-teman sekitar awal Juli sampai akhir Agustus 1996, ketika saya menjalani Kuliah Kerja Nyata di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.
Memang masih banyak lagu-lagu Dewa 19 yang layak diacungi jempol, seperti: Kangen, Bayang-bayang (album Bayi); Aku Milikmu, Mahameru, Takkan ada cinta yang lain (album Format Masa Depan), Aku di sini untukmu, Kirana, Kamulah satu-satunya, Satu Sisi (album Pandawa Lima), Lagu Cinta, Dua sejoli, Risalah Hati, Roman Picisan, Separuh Nafas (album Bintang Lima); Hadapi dengan senyuman, Hidup ini indah, Satu (album Laskar cinta); Larut, Perasaanku tentang perasaanku padamu, Selimut hati (album Republik cinta).






