Purnama`s virtual notes

October 12, 2008

Kunjungan Hasan Tiro ke Aceh

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 12:10 pm

Kedatangan Hasan Tiro, mantan pemimpin GAM, ke Aceh memberikan angin segar bagi kelangsungan perdamaian di Aceh. Konflik GAM dengan RI yang berlangsung lebih dari 30 tahun telah berubah menjadi perdamaian selama sekitar 3 tahun terakhir.

Sebenarnya secara pribadi, tidak ada yang spesial dengan Aceh yang dulu maupun sekarang buat saya. Tetapi kunjungan mantan petinggi GAM ke Aceh pada Sabtu 11 Oktober 2008 ini telah mengingatkan saya pada persahabatan saya dengan seorang simpatisan GAM antara tahun 2000 sampai pertengahan 2002. Seorang putra Aceh sejati yang memiliki pemahaman islam yang kuat dan pendirian yang teguh, serta intelek.

Berikut pidato Hasan Tiro hari Sabtu kemarin di Aceh. Pidato yang memberikan harapan akan kelanggengan perdamaian di Aceh.
——————————————————————–
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kehadapan hadirin dan hadirat yang saya cintai.

Marilah kita bersama panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada kita sekalian dalam bentuk kebebasan dan kedamaian yang menyeluruh di persada tanah Aceh sejak dari tanggal 15 Agustus tahun 2005 selepas mengalami konflik bersenjata selama 30 tahun yang bermula pada tahun 1976.

Pada hari ini saya sangat berbahagia begitu juga para hadirin-hadirat sekalian. Allah telah melimpahkan nikmat kepada kita, sehingga pada hari yang paling bersejarah ini, Insya Alllah saya dalam keadaan sehat walafiat, dapat kembali menginjakkan kaki di bumi Aceh dan saya dapat bertemu muka langsung dengan saudara-saudara, di mana selama ini, telah memberi kesetiaan kepada saya di dalam perjuangan menuntut hak, keadilan dan martabat bagi Aceh.

Kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh di Aceh sekarang ini adalah merupakan nikmat yang telah diberikan Allah kepada Aceh. Belum p ernah terjadi dalam sejarah Aceh selama berada dalam penjajahan dan pendudukan bangsa asing, rakyat mendapatkan kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh seperti saat sekarang ini.

Kesemuanya ini adalah merupakan hasil jerih payah perjuangan gigih yang tel ah diberikan oleh rakyat Aceh dengan jatuh korban puluhan ribu jiwa banyaknya, sementara gempa dan tsunami telah memakan korban sekitar ratusan ribu jiwa banyaknya. Saudara-saudara kita yang telah syahid telah meninggalkan ribuan anak yatim piyatu, saudar a -saudara kita yang hilang harta dan cedera tubuh badannya juga tidak terhitung jumlahnya. Ini adalah menjadi tanggung-jawab kita semua untuk memberi bantuan kepada mareka yang akan kita penuhi melalui proses demokrasi dan berencana sebagaimana yang telah kita sepakati di dalam MoU Helsinki.

Kami ingatkan: konflik 30 tahun yang disusuli oleh gempa dan tsunami, mengakibatkan Aceh kehilangan segala-galanya, kita tidak sanggup kehilangan masa depan kita. Justru raihlah masa depan kita melalui proses yang telah ditentukan di dalam MoU Helsinki ini dengan cukup teliti dan berdisiplin tinggi.

Di dalam perang kita telah sangat banyak pengorbanan, akan tetapi, dalam kedamaian kita harus bersedia berkorban lebih banyak lagi. Memang, biaya perang sangat mahal akan te tapi biaya memelihara perdamain jauh lebih mahal. Peliharalah kedamaian ini untuk kesejahtraan kita semua.

Perundingan perdamaian yang panjang seru dan alot antara pihak GAM dan pihak Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilka n kesepakatan yang dinamakan Memorandum of Understanding ataupun yang lebih dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada tanggal 15 Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua pihak.

Adapun sebagian dari hal-hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan bersama MoU Helsinki adalah:

Pertama: Mantan pejuang Aceh tidak ada lagi dipanggil dengan sebutan “sparatis”, karena t elah mengikat diri dengan kesepakatan yang telah di tanda-tangani oleh pihak seperti termaktup di dalam MoU Helsinki. Kini rakyat Aceh sudah mulai merasakan hidup aman dan tenang serta tidak lagi merasa takut terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti y ang terjadi di masa konflik yang baru berakhir sekitar tiga tahun yang lalu.

Kedua: Aceh telah lama dilupakan dunia, akan tetapi dengan gempa dan tsunami serta adanya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi perhatian dunia internasional untuk dapat dibantu secara langsung terhadap kepentingan rakyat Aceh dari segala kehancuran dan ketinggalan di semua bidang.

Ketiga: Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam bentuk hak-hak sipil, politik dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya sebagaimana tercantum di dalam K onvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses tersebut, dijalankan melalui proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai imbalan, Pemerintah Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di dalam MoU Helsinki tersebut.

Dalam ke sempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Javier Solana di atas dukungan penuhnya terhadap kami dan juga kepada mantan Ketua Tim Misi Monitoring Aceh, Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari negara-negara anggota Uni Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil memantau dan menjalankan isi MoU Helsinki sehingga di Aceh terpelihara dan terjaga perdamaian yang menyeluruh ini.

Juga saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mantan Presiden Martti Ahtisaari dari Finlandia, mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Swedia, Norwegia dan lain lain yang telah berusaha keras membantu mencari jalan terbaik, guna menyelesaika n konflik Aceh secara damai.

Dalam kesempatan ini, teristimewa, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia yang tetap komitmen dengan isi-isi MoU Helsinki dan untuk ini, saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik yang ” decisive” yang telah diambil oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Bapak Yusuf Kalla yang sejak dari awal lagi tahun 2000, telah merintis jalan penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh, harus melalui perundingan bukan den gan cara kekerasan senjata.

Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsin ki ini, maka di sini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat Aceh yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang menyeluruh di bumi Aceh.

Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan ke arah sistem ya ng membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik dalam usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil, jujur, dan bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa perjuangan dengan melalui jalur politik dan demok rasi inilah yang didukung dan disokong sepenuhnya oleh dunia internasional serta saya yakin, juga didukung sepenuhnya oleh semua lapisan rakyat Indonesia yang cinta perdamaain, kestabilan dan kesejahteraan negara ini untuk masa yang akan datang.

Pada kesem patan ini, saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk tetap menjaga kesatuan Aceh dan jangan sekali-kali terpancing pada usaha-usaha jahat dari beberapa kelompok supersif, dalam usaha mereka untuk menyabotase perdamaian, mengadu domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau tidak kita tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan konflik berdarah untuk kesekian kalinya yang akan menghancur-leburkan dan merugikan kesemua pihak.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bersusah payah memfasilitasi kepulangan saya dan rombongan ke tanah air sebegitu baik.

Terima kasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang saya kasihi sekalian, yang telah bersusah payah datang ke Banda Aceh dar i seluruh Aceh untuk menyambut kepulangan saya ketanah pusaka ini secara meriah sekali, yang tentunya, tak dapat saya lupakan sepanjang hayat saya. Hanya Allah yang akan membalas segala kebaikan saudaraku sekalian. Amin, amin, amin ya Rabbal alamin.

Akhirnya mengingat kita masih berada di bulan syawal, bulan fitrah, saya ucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri tahun 1429 H. Mohon ma’af lahir dan batin.

Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teungku Hasan Muhammad di Tiro
————————————————————
*Dikutip dari Kompas.com

October 8, 2008

Kerja Bakti

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 5:26 pm

Hari minggu yang lalu, pagi sekitar jam 9:02 pengeras suara di lingkungan pemukiman San No Maru Danchi berbunyi sangat keras. Suara seorang perempuan terdengar mengumumkan sesuatu yang tidak bisa saya pahami. Tetapi dari informasi yang telah saya peroleh sebelumnya, saya yakin bahwa dia memberitahukan bahwa pagi itu ada kegiatan kerja bakti. Ya.. pagi itu, minggu pertma bulan Oktober adalah hari pertama saya untuk kerja bakti, suatu kegiatan yang mungkin terdengar aneh, sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan di kota besar Fukuoka. Meskipun saya sudah tinggal di apartemen itu sejak Maret yang lalu, tapi baru kali ini saya punya kewajiban untuk ikut kerja bakti. Kalau dulu saya tinggal di situ dengan status “dependent”-nya teman saya, tapi sejak dia pulang ke Indonesia “for good”, saya telah mengambil alih status penghuni utama sejak September tahun ini.

Begitu pengumuman selesai, saya bergegas turun ke halaman untuk bergabung dengan tetangga saya. Betapa terkejutnya saya, ketika di halaman hanya ada satu orang yang telah menunggu di sana, tetangga saya orang Bangladesh. Saya bertanya, kenapa orang-orang pada belum kumpul? Dia jawab, mungkin jadwalnya bukan jam 9, tapi jam 9:30. Yah… karena karena tidak bisa memahami pengumuman perempuan tadi, saya dan tetangga saya terpaksa datang terlalu awal. Akhirnya kami hanya mengobrol selama beberapa saat sambil menunggu tetangga yang lain berkumpul.

Sebagai sesama bangsa Asia, orang Jepang memiliki budaya yang mirip dengan negara-negara lain di Asia, termasuk Indonesia. Kegiatan sosial kemasyarakatan berupa kerja bakti yang biasa dilakukan di Indonesia, merupakan kegiatan yang umum dilakukan di setiap lingkungan pemukiman di Jepang. Selain bertujuan untuk menjalin komunikasi antar sesama warga, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat ikatan sosial antar mereka, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal melalui kegiatan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan pada hari minggu pertama setiap bulan, selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Yang menarik dari kegiatan ini, mayoritas warga yang hadir dalam kegiatan ini adalah para orang tua Jepang yang memang mendominasi pemukiman itu. Selain itu, kalau tidak ada penghuni rumah yang ikut dalam kegiatan ini maka akan didenda dengan membayar uang sejumlah 1000 yen. Uang denda yang terkumpul ini nantinya akan dikembalikan ke warga dengan cara lain, misalnya dengan membagikan tas plastik untuk sampah, yang biasanya harus dibeli di toko.

Kerja bakti, sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan yang terlihat remeh, memiliki nilai luhur khas ketimuran. Nilai luhur yang selaras dengan jiwa dan sifat orang Asia yang mengagungkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Sayangnya, saat ini kegiatan ini terlihat kurang populer di kalangan generasi muda modern, baik di Jepang maupun di Indonesia.

October 2, 2008

Menjadi lebih baik

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 6:02 pm

Lebaran kemarin, 1 Oktober 2008 merupakan lebaran kelima yang saya rayakan jauh dari keluarga. Tanpa bermaksud menyesali keadaan, lebaran kemarin sangatlah sederhana dan tanpa kesan istimewa. Tanpa baju baru, tanpa hiruk pikuk mudik ke rumah orang tua, tanpa makanan kecil yang ditata di ruang tamu, tanpa aneka pernak-pernik lebaran, tanpa berbondong-bondong menghadiri sholat ied di lapangan, dan lain-lain. Semua berjalan dengan sangat sederhana, persis seperti hari-hari sebelumnya. Hanya sholat ied yang diselenggarakan di Klinik Kyushu University, dan dihadiri oleh masyarakat muslim dari berbagai negara yang membuat suasana lebaran agak berbeda dan istimewa. Ditambah open house di rumah sahabat dengan menu opor dan ketupat, sedikit banyak telah mampu membuat suasana lebaran yang “plain” menjadi lebih berwarna.

Seperti lebaran-lebaran sebelumnya, ada perasaan sedih dan senang, campur aduk jadi satu setiap kali lebaran datang. Tapi tanpa kehadiran keluarga di hari lebaran kemarin, kesenangan yang saya rasakan hanyalah tinggal satu: telah selesai kewajiban puasa sebulan penuh. Selain itu, kesedihanlah yang lebih mendominasi perasaan. Kesedihan karena meninggalkan bulan yang penuh rahmah, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, dan perasaan sedih karena selalu saja ada kekurangan dalam menjalani ibadah pada bulan suci yang barusan usai. Rasa pesimistis mendapatkan anugerah malam lailatul gadar menambah kesedihan semakin terasa.

Siang itu setelah sampai di rumah, saya mendapatkan sms berbunyi (setelah diedit): ”Selamat lebaran. Mohon maaf atas segala kesalahan. Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik dalam segala hal”. Beberapa saat saya merenungkan makna tulisan ucapan lebaran itu. Kalimat “Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik dalam segala hal” benar-benar menyentuh perasaan saya. Bagaikan menyelessaikan teka-teki silang, pikiran saya merenung mencari hubungan antara puasa ramadhan, lebaran dan kalimat tersebut. Saya berpikir ini adalah ucapan selamat lebaran yang pas sekali.

Dalam pemikiran saya, Ramadhan adalah bulan latihan. Latihan bagi umat islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Alloh SWT, melalui serangkaian ibadah yang dijanjikan pahala yang berlimpah ruah. Latihan yang apabila sukses diselesaikan, akan mendapat pahala dan kesucian pada hari yang fitri. Oleh karena itulah, hari raya idul fitri adalah hari yang sangat spesial, karena pada hari itulah muslim dan muslimah yang lulus melaksanakan latihan dan ujian, mendapatkan pahala kesucian, ke-fitrahan. Semua dosa orang yang lulus menjalani latihan dan ujian ini akan dihapus, menjadi suci seperti bayi yang baru lahir. Begitu kira-kira kata guru mengaji saya.

Dari sebulan penuh menjalani ujian dan latihan di bulan Ramadhan, idealnya, salah satu outputnya tentunya adalah adanya peningkatan dalam kadar keimanan seseorang, serta adanya perubahan positif dalam kepribadian dan pola beribadahnya. Inilah menurut saya esensi dari bulan Ramadhan. Persis sama dengan ucapan lebaran yang saya terima:”Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik dalam segala hal”. Ya… semestinya kita bisa menjadi lebih baik setelah menjalani ujian dan latihan di bulan yang suci.

Siang itu, setelah membaca sms ucapan lebaran, saya hanya termangu. Saya bingung, ucapan apa yang mesti saya balas. Setelah beberapa lama, saya hanya mampu mengamini doa dari ucapan tersebut melalui sepenggal sms. Mudah-mudahan doa kami dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, Alloh SWT. Amiiin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin……..

Blog at WordPress.com.