Purnama`s virtual notes

April 14, 2009

Masjid Fukuoka: Masjid pertama di Pulau Kyushu Jepang

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 4:42 pm

peresmian-masjid-fukuoka2Ada perasaan haru ketika langkah kaki memasuki ruangan masjid Fukuoka. Perasaan bahagia dan haru bercampur menjadi satu karena pada hari itu, Jumat 20 Maret 2009, adalah hari pertama kami, para muslim yang tinggal di Fukuoka Jepang dan sekitarnya, menyelenggarakn sholat jumat. Itu adalah sholat jumat pertama dalam sejarah Jepang, sebuah sholat jumat pertama yang diselenggarakan di Pulau Kyushu di sebuah masjid. Masjid pertama di pulau Kyushu, sebuah pulau terbesar ketiga yang terletak di bagian selatan Jepang.

Begitu memasuki masjid, segera kami melakukan sholat sunah dua rokaat. Sesaat kemudian, khotbah jumat dimulai, di awali oleh adzan yang dikumandangkan oleh orang Jepang yang telah menjadi muallaf. Khutbah yang dibawakan oleh Br. Ahmed Maeno, seorang muallaf Jepang, disampaikan dalam bahasa Arab, Jepang dan Inggris, dengan topik tentang fungsi masjid dan islam di Jepang.

Berdirinya masjid yang telah didambakan oleh muslim di Fukuoka selama bertahun-tahun ini memang melalui perjalanan yang panjang. Sejarah berdirinya masjid ini diawali oleh keinginan yang telah bulat dan mengkristal pada tahun 1998 yang kemudian secara serius dituangkan dalam sebuah rencana strategis pembangunan masjid. Ide ini kemudian bergulir dan tahapan proyek pembangunan masjidpun dimulai. Berbagai pihak telah banyak berkontribusi untuk berdirinya tempat ibadah ini, mulai dari mahasiswa muslim di Fukuoka, masyarakat muslim di Fukuoka dan kota-kota lain di Jepang, muslim di luar Jepang, dan negara Uni Emirat Arab, dan berbagai pihak lain.

Setelah sebelas tahun menunggu, akhirnya pada tanggal 12 April 2009 Masjid Fukuoka dan Al Nour Islamic Culture Center secara resmi diresmikan. Acara peresmian ini dihadiri oleh pihak-pihak yang telah banyak berkontribusi dalam pembangunan masjid ini, seperti Perwakilan Islamic Culture Center of Kyushu dan Duta besar Uni Emirat Arab. Acara itu juga menghadirkan pembicara dari Asosiasi Muslim Jepang yang membawakan materi tentang sejarah islam di Jepang, Br. Selim Gules yang menyampaikan tentang pengantar Islam, dan Profesor Hirofumi Tanada dari Waseda University yang membawakan materi tentang komunitas islam di Jepang.
Berikut ini adalah tahapan dalam pendirian masjid Fukuoka.

  • 1998: KUMSA (Kyushu University Muslim Student association) mengawali ide proyek pembangunan masjid.
  • 1998 – 2005: Pengumpulan dana. Dana dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk dari para mahasiswa dan bantuan dana dari Uni Emirat Arab. Tahap awal adalah pembelian tanah seluas 336 meter persegi seharga 15 juta yen. Dari jumlah itu mahasiswa berhasil mengumpulkan dana 5 juta yen.
  • 26 September 2005: pembayaran pembelian tanah yang terletak dekat dengan Stasiun Hakozaki.
  • Januari 2008: tahapan desain masjid yang dikerjakan oleh seorang arsitek Jepang.
  • April 2008: Penandatanganan kontrak untuk proses pembangunan masjid.
  • Juni 2008 – Februari 2009: masa pembangunan masjid empat lantai (termasuk basement) dengan total luas lantai 672 meter persegi.
  • 20 Maret 2009: sholat jamaah dan sholat Jumat pertama di masjid
  • 12 April 2009: peresmian masjid.

peresmian-masjid-fukuoka

Sejarah menunjukkan bahwa Abdul Halim Afandi Osotara Noda adalah orang Jepang pertama yang memeluk agama Islam pada usia 25 tahun di tahun 1891. Pada waktu itu, Abdul Halim yang bernama asli Osotaro Noda ditugaskan oleh surat kabar Yeiji untuk menjadi koresponden di Istambul Turki. Begitu masuk Islam, Osotaro Noda kemudian berganti nama menjadi Abdul Halim. Masuknya Abdul Halim kedalam agama Islam setelah adanya dialog dengan Abdullah Ghullam Affandi, seorang tokoh muslim di Liverpool. Ketika Abdullah Ghullam Afandi datang ke Istambul, terjadi dialog diantara keduanya, dan salah satu topik yang dibahas adalah bahwa Islam adalah agama yang rasional dan logis yang menunjukkan ke jalan yang benar. Tempat pembai’atan dilaksanakan di sekolah militer Bangalty Istambul pada hari senin 29 Mei 1891.

Saat ini di Jepang ada sekitar 70 ribu penduduk muslim yang terdiri atas para imigran dan muallaf Jepang, di antara 120 juta penduduk mayoritas menganut kepercayaan Shinto dan Budha. Data terakhir menunjukkan bahwa 90 persen dari para muallaf Jepang ini adalah para muslimah. Dalam pidato khutbahnya pada tanggal 20 Maret 2009 yang lalu, Br. Ahmed Maeno menekankan peran penting para muslimah muallaf ini dalam pertumbuhan dan perkembangan islam di Jepang melalui jalur keluarga.

April 9, 2009

Pemilu Legislatif Indonesia 2009: aneh dan kacau

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 3:58 pm

pemilu-legislatif-2009-21Banyak keanehan terekam pada pemilu legislatif 2009 yang berlangsung serempak pada hari ini di Indonesia dan tempat pemungutan suara di luar negeri. Kelucuan dan keanehan telah dipertontonkan oleh para caleg untuk menarik simpati para pemilih, melalui berbagai cara kampanye yang asal beda, asal aneh dan asal-asalan. Bagaikan penjual obat di pasar, banyak diantara mereka yang dengan lantang mengucapkan janji-janji penyelesaian semua persoalan yang dihadapai masyarakat dan ibu pertiwi ini. Meskipun tidak jelas rakyat mana yang telah menunjuk mereka untuk menjadi wakil rakyat, dengan gagahnya mereka mengklaim mewakili suara rakyat dan akan menjadi dewa penyelamat untuk mengatasi permasalahan di masyarakat, serta membawa aspirasi suara rakyat.

Di luar kelucuan dan keanehan para caleg dalam menjual dirinya, ada satu lagi persoalan prinsip dalam pemilu ini, yaitu kekacauan basis data pemilih. Data pemilih fiktif, dobel nama pemilih, dan tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) adalah realita dari kekacauan basis data ini. Sungguh sangat tidak masuk akal buat saya, seseorang yang secara resmi adalah penduduk suatu wilayah, tapi tidak tercatat sebagai pemilih. Atau, seorang kepala keluarga tidak tercatat sebagai pemilih, sementara anggota keluarga yang lain masuk dalam daftar.

Reaksi spontan saya melihat realita ini adalah: “Kapan ya Indonesia bisa maju….? Kalau ngurusin daftar pemilih tetap saja tidak mampu, apa mungkin negeri ini mengejar negara-negara tetangga yang telah lebih dulu menuju ke arah sana? Kalau ngurusin pemilu saja gak bener, apa bisa pengelola negeri ini mampu mengurusin permasalahan di masyarakat yang begitu komplek?”

Jangan-jangan memang benar apa yang pernah dikatakan oleh Cak Nun, bahwa Indonesia adalah laksana negeri antah berantah. Negeri di mana segala macam keanehan bisa terjadi. Mulai dari korupsi yang kronis, pembunuhan berantai, kanibalisme, mutilasi, premanisme, bencana akibat kelalaian pengelola, dan segala macam keanehan yang tidak ditemui di Negara lain.

Kalau mekanisme pemilihan wakil rakyat saja tidak beres, apakah sistem ini mampu menghasilkan produk yang bener juga?
—————————————————–
Berikut realita kekacauan pemilu tahun ini yang sempat terekam:

Beberapa cerita dari milis:

Tadi juga ngobrol dg seorang mahasiswa UGM asal bantul. Dia mengatakan, di RT-nya dari 165 orang yg berhak memilih, hanya 25 orang yang masuk DPT. Malahan, ketua RT dan kepala dusun juga tdkmasuk DPT. Juga, ada ketua KPPS yg tdk masuk DPT. Akhirnya, dia mengundurkan diri jadi ketua KPPS. Tadi, pagi di TV-One, juga ada telp dari jakarta, bahwa ketua KPPS-nya tdk terdaftar di DPT. Sebaliknya, ada anak umur 3 th masuk dlm DPT dan dapat undangan utk memilih. bener2 kacau nih pemilu 2009. Mungkin bakal ada yg demo karena merasa tdk diberi hak utk memilih.
————————————–
Di keluarga saya seharusnya hanya 3 suara, namun dapat formulir 4. Jadi untung. Ada yang mau beli suara keluarga saya sebanyak 4 buah. Dibeli Pak/Bu total 1 milyar rupiah saya berikan deh 4 suara tersebut terserah disuruh nyoblos apa. Satu milyar rupiah firm!
————————————–
Seluruh anggota keluargaku menerima undangan…hanya aku saja yg kepala keluarga nggak dapat (mungkin karena aku ketua RT?)…. Nampaknya pendataan pemilu kali ini payah…. bahkan PRT ku yg sdh hengkang dari rumahku 6 tahun lalu masih dapat undangan utk nyoblos (meski dia tidak masuk di daftar KK ku. Data di KPU itu asalnya dari mana ya?).
————————————–
Awalnya niatku akan Golput, soalnya gak ada calon yang kenal dan kualitas meragukan. Tapi karena tetangga sebelah rumah nyalon utk DPRD sleman, aku urungkan kegolputanku.
Wis kebacut semangat contreng, eh ternyata gak dapat undangan, padahal anak dan bojoku malah dapat undangan. Mungkin KPU “ngerti sak durunge winarah” bagi yang pernah punya niat golput gak usah dirikirimi undangan. Sakti juga KPU
—————————————
Sama nih kasusnya seperti ditempat saya. Menurut DPT ada 400 pemilih, tetapi faktanya jumlah pemilih ditempat saya cuma 100 orang, malah ada yang gak masuk padahal sudah punya KTP juga. Saya juga heran bagaimakah cara penyusunan DPT tersebut?
—————————————
Tadi ada info juga bahwa malahan ada caleg yg tdk ada namanya di DPT ..
He.. he.. bakal ada yg protes, karena dikira bhw massa pemilihnya tdk diberi hak utk memenangkan calegnya ..
—————————————-
Percakapan saya dengan teman di Jawa Timur:
Saya: dengar2 ada banyak keanehan ttg daftar pemilih tetap ya?
Teman: iyo… di tempatku banyak yg dobel…eee yg gak msk DPT jg banyak, pokoke puyeng suamiku lha wong jadi KPPS
Saya: Istriku gak dapat undangan. itu DPT yg menentukan siapa sih? datanya darimana?
Teman: dulu…tiap ketua RT dimintain data, trus dikirim ke desa dst ke atas; nah yg buat DPT itu KPU..,gak tahu level mana…kecamatan kah, pusat kah …gak tahu aku sendiri juga gak tahu. Lha kemarin pas daftar yg sementara dtg, banyak koreksian disuruh kirim yg kurang atau salah atau dobel, tp keluar daftar yg tetapnya gak berubah…sama juga boong deh

Blog at WordPress.com.