Purnama`s virtual notes

November 21, 2007

Sumo

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 12:29 am
Sumo. Ya itulah nama olah raga tradisional Jepang yang hanya bisa dilihat di negara asalnya, Jepang. Olahraga ini dikenal luas di Indonesia, tapi untuk menyaksikan pertandingan ini secara langsung di Indonesia adalah sesuatu yang mustahil. Sudah lama keiginanku untuk melihat olahraga itu. Ini adalah salah satu obsesi saya yang “harus“ terpenuhi selama berada di Jepang, yaitu melihat secara langsung pertandingan sumo, olahraganya orang besar (gendut) menggunakan kostum yang terbuat dari kain yang dibentuk sedemikian rupa untuk menutup bagian vital.

Hari minggu tanggal 18 Nov 2007 bersama-sama puluhan mahasiswa Indonesia dan keluarganya yang sedang belajar di Fukuoka, dengan sponsor dari Kyudenko (perusahaan listrik Jepang), obsesi yang sudah lama terpendam akhirnya terpenuhi. Tiket seharga 3100 yen dibagi-bagikan secara gratis oleh Kyudenko untuk masyarakat Indonesia yang ada di Fukoka.

Sore itu, di tengah udara dingin yang bertiup menusuk kulit, saya bersama beberapa teman berangkat naik bus dari Kyushu Uinversity Kaikan. Kamera digital dengan memory card yang sudah dikosongkan, serta battery yang sudah di-recharge penuh sudah disiapkan untuk merekam momen menarik ini. Singkat kata, sampailah kami di Fukuoka Kokusai Center, semacam stadion olahraga tertutup yang cukup besar. Bergegas kami masuk ke stadion dan berusaha mencari tempat duduk sesuai dengan nomor yang ada di tiket masing-masing. Tapi, kesabaran masih harus diuji. Mencari nomor tempat duduk bukanlah sesuatu yang mudah. Tulisan kanji di setiap sudut stadion merupakan tantangan tersendiri yang harus dipecahkan untuk mendapatkan tempat duduk yang dicari. Akhirnya, setelah melalui perjuangan, nomor kursi dapat saya temukan. Bagaikan seorang kameraman profesional, kamera segera disiapkan dan beberapa jepretan foto berhasil diabadikan.

Sumo, walaupun merupakan olahraga kuno Jepang, ternyata memang sangat menarik untuk hiburan. Pertandingan ini dipimpin oleh seorang wasit dibantu oleh dua atau tiga orang yang bertugas membersihkan arena pertandingan menggunakan sapu. Mereka semua mengenakan pakaian tradisional Jepang. Pertandingan hanya berlangsung satu ronde dan selesai apabila lawannya keluar dari lingkaran maupun terjatuh. Jadi pertandingan sumo sangatlah singkat, sering kali hanya beberapa detik saja, sementara persiapannya cukup lama. Pemenang akan mendapatkan bingkisan yang diserahkan di atas arena oleh wasit melalui gerakan ritual tertentu. Kelakar saya kepada teman-teman, syarat utama untuk “boleh” bemain sumo adalah harus punya pantat yang mulus. Ya memang dalam olahraga ini pantat adalah bagian tubuh yang paling dominan menjadi pusat perhatian penonton. Selain itu mereka harus bisa jongkok di atas dua kaki dan melakukan gerakan mengangkat kaki ke samping tinggi-tinggi, seperti gerakan anjing yang kencing. Memang dua macam gerakan ini harus bisa dilakukan oleh pesumo, dan saya kira cukup sulit dilakukan khususnya oleh orang dengan ukuran badan XXXXXL. Kalau pada pertandingan tinju, sebelum bertanding petinju biasa melakukan gerakan memukul sambil loncat-loncat kecil. Sedangkan pada sumo petarung biasa malakukan gerakan unik, yaitu memukul-mukul pantatnya masing-masing……..:-)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: