Purnama`s virtual notes

January 11, 2008

Rafif’s 7th Birthday

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 12:55 am
Apa yang istimewa dengan angka 1111? Buat penggemar nomor telpon “cantik” mungkin kombinasi angka ini cukup menarik. Begitupun buat keluarga kami, kombinasi angka tersebut memang sangat spesial. Tujuh tahun lalu, 11 Januari 2001, tengah malam disinari terangnya cahaya bulan purnama, anak pertama kami seorang bayi laki-laki lahir di PKU Muhammadyah Yogyakarta.

Seandainya HPL bisa diprediksi dengan tepat, tentu tanggal 9 Januari delapan tahun yang lalu saya tidak akan meninggalkan istri saya sendirian di rumah di Yogya untuk pergi ke Jakarta. Karena tugas pendidikan yang harus saya jalani, sore itu saya harus kembali ke Jakarta melanjutkan pendidikan bahasa di IALF, setelah libur idul fitri selama 2 minggu. Esok harinya, tanggal 10 pagi, ketika sudah siap-siap mau berangkat ke IALF, istri saya menelpon bahwa dia sudah masuk rumah sakit untuk melahirkan anak kami. Pagi itu, dengan diantar oleh sopir kakak saya, saya segera pergi ke bandara untuk mencari tiket pesawat paling awal yang ke Yogya. Tapi sayang sekali, semua pesawat ke Yogya sudah penuh, dan satu-satunya yang ada adalah Garuda ke Solo. Itupun sudah agak siang. Tapi apa boleh buat, yang penting cepat sampai di rumah, begitu pikir saya waktu itu.

Sampai di bandara Adisumarmo Solo saya putuskan untuk pakai taksi ke Yogya agar lebih cepat dan mudah. Di rumah sakit ternyata sudah ada bapak, ibu, mertu dan saudara-saudara. Meskipun istri waktu itu sudah masuk kamar bersalin, tapi ternyata kondisinya masih baik-baik saja, belum ada perkembangan yang berarti, meskipun ketuban sudah pecah tadi pagi menjelang subuh. Karena mempertimbangakan keselamatan bayi (karena sudah pecah ketuban), akhirnya malamnya sekitar pukul 21 obat pemacu kelahiran mulai diinjeksikan. Pelan tapi pasti rasa sakit mulai menyerang istri seiring dengan bertambahnya intensitas kontraksi. Hingga sekitar jam 23, ketika rasa sakit sudah memuncak, dan “bukaan” sudah mencapai 10, akhirnya diputuskan untuk segera menelpon dokter yang akan membantu proses kelahiran. Sekitar 45 menit kemudian baru dokter datang (hmm…. waktu yang cukup lama untuk menahan rasa sakit dan bayi yang akan keluar). Setelah persiapan cukup, maka proses kelahiranpun dimulai, dibantu oleh dua orang bidan, juga saya yang selalu memberi semangat di dekat kepala istri.

Akhirnya sekitar pukul 00.15 anak kami pertama laki-laki lahir dengan selamat, meskipun istri harus menjalani beberapa jahitan. Berita ini segera saya sampaikan pada bapak mertua dan adik kami yang menunggu di luar. Sholat dan doa sebagai ungkapan rasa syukur segera saya panjatkan di masjid di rumah sakit itu. Alhamdulillah….

Selamat ulang tahun yang ke-tujuh anak kami Rafif Amirulhaq Santosa, cahaya penerang hidup ayah dan ibu…..

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: