Purnama`s virtual notes

May 8, 2008

Hakata Dontaku

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 6:00 am


Di bawah hangatnya (cenderung panas) sinar matahari musim semi, sepasang Hanoman kembar, sang Gatotkaca yang gagah perkasa dan sepuluh pasukan berkuda beraksi di sepanjang jalan di Bumi Matahari Terbit. Si Hanoman kembar bagaikan kesurupan berlari ke sana ke mari sambil membawa kain berwarna merah-putih yang diikatkan pada sepotong tongkat. Sang Gatotkaca mengerahkan seluruh tenaganya memamerkan kekuatan otot kawat balung wesinya, berusaha keras mengamankan situasi. Sementara itu, pasukan berkuda dengan gagah berani dan kompak memperagakan gerakan-gerakan dalam formasi pasukan dikomandoi oleh sang komandan. Namun cuaca yang panas membuat beberapa kuda yang sudah mulai kehausan tidak bisa dikendalikan dan keluar dari barisan. Ekornya dikibas-kibaskan ke kiri dan ke kanan. Kaki depannya berulang kali diangkat tinggi-tinggi menyebabkan penunggangnya hampir saja jatuh terhengkang ke samping maupun ke belakang. Mereka sering kali melakukan gerakan-gerakan tak terduga yang dapat membahayakan pasukan penunggang maupun orang yang berada di dekatnya. Kuda jantan hitam dan merah yang sudah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya itu memang dalam kondisi terbaik. Tidak jarang kuda-kuda melompak tinggi, mengkal-mengkal (bahasa jawa), berputar-putar, dan bahkan menghampiri orang-orang di sepanjang jalan. Melihat kejadian yang spontan ini, orang-orang di pinggir jalan tak sungkan-sungkan bersorak dan bertepuk tangan.

Pasukan berkuda yang memang khusus didatangkan dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadinengrat ini memang mempunyai misi khusus mengawal para tamu negara dari Bumi Katulistiwa yang sedang mengemban tugas negara di Bumi Matahari Terbit. Mereka adalah para utusan dari negeri Jawa, negeri Sulawesi, dan negeri Sumatera, dan beberapa utusan dari tuan rumah negeri Matahari Terbit. Dengan ramah para duta negara ini melambai-lambaikan tangan dengan secarik kain warna merah-putih yang diikatkan pada sepotong kayu kecil. Senyuman ramah tanda persahabatan mereka tebarkan pada setiap orang yang mereka temui di sepanjang jalan.

Peristiwa itu merupakan adegan yang kami perankan pada hari Sabtu 3 Mei 2008 pada acara Hakata Dontaku. Hakata Dontaku adalah parade tahunan dan merupakan satu dari beberapa festival tebesar di Jepang dengan lebih dari 10 ribu performers dan lebih dari 2 juta pengunjung. Parade ini di selenggarakan di sepanjang Meiji Street di Tenjin. Tiap tahun, festival diselenggarakan pada tanggal 3 dan 4 Mei, pada awal musim semi.

Hakata Dontaku berawal dari perayaan lokal tahun baru yang disebut Matsubayashi yang diselenggarakan tahun 1179. Tradisi ini kemudian menjadi festival yang besar untuk seluruh warga Jepang, di mana orang-orang melakukan parade dengan mengenakan pakaian-pakaian yang unik, menari, memainkan alat musik, dsb. Yang menjadi kebiasaan pada acara ini, orang-orang membawa dua sendok besar kayu (shamoji), mirip seperti sendok nasi, kemudian menepuk-nepukkan keduanya dalam festival. Kata Dontaku berasal dari bahasa Belanda “zontag” yang berarti hari libur. Ya memang Hakata Dontaku dilaksanakan bertepatan dengan libur nasional yang dikenal dengan Golden Week.

Meskipun memiliki nilai historis yang berbeda, acara ini mirip dengan festival tahunan Moomba Festival di Melbourne Australia.

Gambar berikut adalah formasi barisan kontingen Indonesia.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: