Purnama`s virtual notes

June 16, 2008

Mendadak Tari

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 4:04 pm

tari

Kalau di Indonesia ada acara televisi berjudul Mendadak Dangdut yang bertemakan penampilan para artis yang tidak mempunyai latar belakang dalam bernyanyi dangdut, maka di Fukuoka ada event Mendadak Tari. Acara Mendadak Dangdut mungkin menarik untuk disimak mengingat penampilnya adalah artis-artis yang tidak asing bagi para pemirsa, bahkan mungkin ada yang menjadi artis favorit mereka. Dengan kualitas vokal yang kadang-kadang sangat minimal (untuk tidak mengatakan sangat terbatas), namun karena dibumbui dengan penampilan yang wah, pada sisi tertentu sangat menarik. Tapi menurut saya, kejutan-kejutan yang akan ditampilkan para artis dangdut dadakan ini yang justru membuat pemirsa tetap setia menunggu penampilan para artis kesayangan mereka. Bayangkan, seorang Mandra yang mempunyai tipe suara “cempreng” dan lebih dikenal sebagai seorang artis komedi tiba-tiba menjadi bintang tamu sebagai penyanyi dangdut. Rasa penasaran untuk melihat penampilan seorang Mandra ini yang justru membuat pemirsa TV tetap bertahan untuk melihat acara ini.

Berbeda dengan acara Mendadak Dangdut, Mendadak Tari bukan acara rutin yang disiarkan secara komersial di TV. Istilah ini adalah reka-reka saya untuk menyebut salah satu pertunjukan tari yang ditampilkan pada event Peringatan 50 tahun Hubungan Indonesia-Jepang (PHIJ50) pada tanggal 7 Juni 2008 yang lalu di Fukuoka. Acara Mendadak Tari ini memang benar-benar mendadak, karena mirip dengan acara Mendadak Dangdut. Acara ini ditampilkan oleh para personil yang tidak secara serius berprofesi sebagai penari. Yang membedakan dengan acara Mendadak Dangdut mungkin karena penampil pada acara Mendadak Tari ini adalah bukan para artis terkenal dan acara ini bukan merupakan acara TV komersial. Namun buat saya pribadi yang kebetulan turut berpartisipasi menjadi penari, acara ini mempunyai makna yang sangat dalam. Sebagai seorang yang tidak mempunyai pengalaman menari sebelumnya (mungkin sekali saja waktu pentas tari Poco-poco pada acara Uminonalamichi beberapa minggu yang lalu) adalah sesuatu yang sangat mengesankan bisa tampil pada acara fenomenal PHIJ50 yang hanya terjadi 50 tahun sekali ini di Fukuoka Jepang. Bisa tampil di panggung pertunjukan (event hall) di Across Fukuoka Building, gedung yang buat orang Fukuoka sendiri merupakan gedung pertunjukan yang prestisius, serta ditonton oleh para pejabat dari KBRI di Jepang, beberapa pejabat di Fukuoka serta sekitar 70 masyarakat Jepang dan Internasional, merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan mengessankan.

Acara Mendadak Tari ini memang berawal dari ide yang bisa dibilang mendadak juga. Ide ini berawal dari rencana Pak Imam sebagai Ketua Panitia PHIJ50 untuk tampil sendiri menarikan Tarian Kuda Kepang (Jaranan). Saya sebagai Koordinator Acara waktu itu berpikir, dengan panggung yang begitu luas, penonton yang ditargetkan jumlahnya lenih dari 600 orang, serta akan direkam oleh stasiun TV lokal JCOM, maka akan terlihat kurang meriah apabila Pak Imam hanya menampilkan tarian tunggal. Alangkah baiknya apabila pertunjukan tari ini lebih bersifat kolosal, sehingga lebih meriah. Ide ini kemudian saya diskusikan dengan Pak Imam dan beberapa teman yang lain. Ide ini bergulir dan dengan susah payah saya berusaha merekrut beberapa teman untuk bergabung. Akhirnya komposisi penari pendukung terbentuk. Tetapi pada latihan pertama, ada personil yang akhirnya mengundurkan diri karena alasan kesibukan. Karena tarian ini sangat dinamis dan secara fisik berat, beberapa penari terpaksa mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu. Pergantian personil ini terjadi beberapa kali hingga akhirnya terbentuk formasi akhir dengan penari utama Pak Imam, dan penari pendukung: saya, Anjas, Adi SP, Nanang, Luki dan Hadju. Karena kepiawaian Pak Imam yang pernah menari beberapa tahun yang lalu akhirnya koreografi tarian untuk penari pendukung berhasil diciptakan hanya beberapa minggu sebelum dipentaskan.

Tarian Kuda Kepang merupakan tarian Jawa Tengah (atau Jogja) diadaptasi dari Jathilan Jawa. Dengan penari yang membawa jaran kepang (kuda-kudaan yang terbuat dari kepang atau gedek), tarian ini sangat dinamis. Dengan koreagrafi baru (karena ada penambahan penari pendukung), tarian ini menceritakan tentang pasukan berkuda yang sedang berlatih formasi perang. Dipimpin oleh satu komandan, pasukan ini secara kompak memperagakan formasi-formasi kesiap-siagaan ketika akan menghadapi musuh. Dengan durasi tarian selama 11 menit lebih, tarian ini cukup menyedot tenaga para penari, khususnya penari utama.

Menarikan tarian kuda kepang ini seperti nostalgia buat saya. Dulu sewaktu masih kecil memang saya suka melihat jathilan yang sering dipentaskan di kampung tetangga setiap hari minggu. Jathilan waktu itu sangat populer. Setiap ada pertunjukan Jathilan yang hanya dimainkan di pekarangan rumah, selalu saja dijejali oleh ratusan penonton yang datang dari berbagai penjuru kampung. Kejadian “ndadi” atau kesurupan adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton. Kalau penari sudah kesurupan, biasanya gerakannya tidak terkontrol dan sangat bertenaga. Dengan musik yang dimainkan lebih cepat dan lebih keras, penari yang sudah kesurupan mulai menunjukkan gerakan-gerakan yang lebih intensif. Jatuh, bangun, makan pecahan kaca, lari kencang sampai masuk lobang pembuangan sampah, bahkan ada yang berusaha memanjat pohon kelapa. Saya ingat betul biasanya sesampai di kampung kami sehabis menonton Jathilan, teman-teman saya sering menirukan tarian dengan memegang pelepah daun pisang sebagai perwujudan kuda kepang. Mereka sering kali berpura-pura “ndadi”, menari sambil menutup mata. Saya biasanya hanya menonton saja, sambil malu-malu kadang-kadang saya ikut-ikutan menari juga. Tapi, tanggal 7 Juni kemarin, dengan mantap dan tanpa rasa malu saya telah berhasil menarikan tarian Kuda Kepang. Tarian yang puluhan tahun lalu sempat menjadi tontonan favorit saya. Tarian yang dulu saya mainkan dengan malu-malu dengan pelepah daun pisang, hari Sabtu yang lalu saya pentaskan di tempat yang sangat prestisius di Fukuoka. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa……

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: