Purnama`s virtual notes

January 26, 2009

Snowfall in Fukuoka

Filed under: Uncategorized — purnamabs @ 7:24 pm

snowrain-in-fukuoka1Buat mereka yang berasal dari daerah yang beriklim tropis, salju merupakan fenomena yang sangat menarik dan berdaya tarik tinggi. Mungkin karena alasan ini pulalah di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, dan kota-kota lain dibangun sarana bermain salju, yang dibuat di dalam ruangan tertutup menggunakan sistem pendingin raksasa. Dan ternyata nilai jual salju di wilayah tropis mampu mendatangkan keuntungan yang besar bagi pengelola tempat bermain salju yang diperoleh dari menjual tiket masuk dan menyewakan jaket, sepatu dan berbagai alat permainan.

Di wilayah subtropis seperti Fukuoka misalnya, yang terletak di 35 derajat lintang utara, salju masih juga merupakan fenomena yang istimewa. Meskipun Fukuoka memiliki empat musim, tetapi salju tetap saja tidak bisa dilihat setiap hari, meskipun di musim dingin. Mungkin bisa dihitung dengan jari, berapa kali hujan salju terjadi dalam setiap periode musim dingin.

Musim dingin tahun ini di Fukuoka bisa dibilang spesial. Persis seperti tahun 2008 yang lalu, tahun baru 2009 yang lalu ditandai dengan hujan salju tepat pada tanggal 1 Januari. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas fenomena ini persis sama dengan tahun baru 2008 yang diguyur oleh hujan salju yang cukup lebat pada hari pertama awal tahun itu. Berbeda dengan musim dingin tahun 2008 lalu, musim dingin tahun ini relatif lebih dingin dan lebih banyak hujan salju. Air beku yang berbentuk seperti kapas berwarna putih yang sangat ringan itu telah beberapa kali dicurahkan dari langit, menyelimuti halaman dan jalanan bagaikan permadani putih bersih, menghasilkan pemandangan yang menakjubkan.

snowrain-in-fukuoka2Adalah sebuah keberuntungan buat saya dan teman-teman di sini karena hari Sabtu dan Minggu kemarin Fukuoka mendapatkan anugrah guyuran hujan salju yang cukup lebat. Bisa dibilang hujan salju kemarin adalah yang paling lebat dalam 30 tahun terakhir, menurut cerita orang Jepang yang sudah lanjut usia. Hujan salju dimulai sekitar pukul 14:00, beberapa menit setelah saya dan teman-teman sampai di rumah Martin untuk beristirahat selepas bermain bulutangkis dan makan “udong” di Jusco. Hujan salju yang disertai angin sangat kencang ini spontan membuat kami berhamburan keluar rumah untuk menikmati “the white beauty”. Hujan salju yang turun terus menerus hingga esok harinya ini telah mampu merubah kota Fukuoka yang semula terlihat kaku dengan dominasi warna tegas bangunan dan aspal jalanan, berubah menjadi pemandangan putih bersih eksotis di mana-mana. Pohon-pohon, rerumputan, jalanan, atap rumah, mobil, sepeda, semua tertutup oleh warna putih nan romatis. Dari balik jendela di dalam kamar saya di lantai 4, saya sempat termenung melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Seorang saya yang sudah beberapa kali, mungkin sudah puluhan kali melihat pemandangan salju dan bahkan sempat mengalami hujan salju yang sangat menyiksa ketika di Melbourne beberapa tahun yang lalu, saat itu masih saja dibuat terkesima dan takjub oleh keindahan yang dihasilkan oleh warna putih; sebuah warna netral yang melambangkan kesucian, ketulusan dan kewibawaan. Mungkin inilah alasan mengapa warna putih merupakan warna dominan dalam islam, dan sering kali dipakai dalam acara-acara sakral seperti pernikahan, bahkan pemakaman orang yang meninggal dunia.

Salju, yang bagi mereka yang tinggal di wilayah yang selalu diselimuti benda ini sepanjang musim dingin merupakan benda yang menyengsarakan, menjadi benda yang sangat spesial buat mereka yang jarang melihat. Karena benda itu pulalah telah banyak memory komputer dialokasikan untuk menyimpan foto-foto kenangan bersama “the white beauty” ini. Pun telah berlembar-lembar foto dipajang di website untuk menunjukkan bahwa si “aku” telah pernah memegang dan merasakan “the real white beauty” di tanah yang memang oleh Tuhan diberikan anugrah keindahan si putih nan eksotis ini.

1 Comment »

  1. Iya ya pak….rasanya buat mereka yang sudah terbiasa melihat salju menganggapnya biasa sedangkan buat kita yang jarang bahkan belum pernah liat salju….selalu bilang…kapan ya bisa liat salju….?? heee….
    Pak Purnama please send my greetings for Mitani Sensei and Ryohei…..thanks….

    Comment by Wulan Hi-Link — February 9, 2009 @ 5:02 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: